
Sejak pagi hari bertempat dilapangan cindua mato Batusangkar, masyarakat sudah memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan pawai. Suasana menjadi meriah dengan hadirnya iringan drum band, kostum warna-warni, serta kendaraan hias yang dipenuhi ornamen indah dan pesan simbolis. Para peserta dengan antusias memperagakan penampilan mereka, mulai dari tarian tradisional, atraksi seni, hingga bentuk-bentuk alegori yang menggambarkan nilai perjuangan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air.

Pawai alegoris bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga menjadi sarana pendidikan dan pelestarian budaya. Melalui simbol-simbol yang ditampilkan, masyarakat diajak untuk merenungkan makna sejarah, perjuangan, serta nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat persaudaraan antarwarga, menumbuhkan semangat gotong royong, dan memperkuat rasa kebangsaan.
Kemeriahan pawai alegoris tahun ini menjadi bukti bahwa tradisi dan kreativitas dapat berjalan seiring. Antusiasme peserta maupun penonton menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki arti penting, bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan dalam membangun generasi yang kreatif, berkarakter, dan mencintai budayanya.
